- PENDAHULUAN
Dalam era modern ini masih ada orang tua yang masih mengganggap ilmu pengetahuan itu bukan lah hal yang penting, mereka masih berfikir untuk apa sekolah tinggi-tinggi jika kelak akan tetap jdi orang yang tidak sukses karna banyak orang tua berfikir kesuksesan itu dinilai dengan berapa banyak harta
( Uang) yang mereka miliki, mereka tidak mementingkan betapa pentingnya dan kewajiban orang tua akan ilmu pengetahuan bagi anak.
Ilmu merupakan bagian terpenting dalam diri seseorang dalam menjalani kehidupan ini, karena dengan ilmu seseorang akan menjalankan amanah yang allah berikan dengan baik, seseorang akan melaksanakan setiap ibadah jg harus dilandasi dengan ilmu, mau bersosial pun harus dibekali dengan ilmu masih banyak peserta didik yang hanya memahami ilmu pengetahuan tanpa adanya akhlak yang mendasari karna pemahaman orang tua yang masih minim akan ilmu dan iman yang harus dimiliki dalam diri anak,banyak orang tua yang menanamkan dalam diri anak wajib mendapatkan nilai yang baik di sekolah tanpa di sadari apakah akhlak yang di miliki anak sudah baik karna masih banyak orang tua yang menerapkan pemahaman yang salah dalam diri anak di era modern.
- PEMBAHASAN
Kewajiban bagi orang tua adalah mendidik dan mengajarkan ilmu pengetahuan kepada anaknya, baik secara langsung di rumah maupun tdak langsung di lembaga pendidikan. Sesuai dengan perintah Allah kepada seluruh umat-Nya untuk menuntut ilmu sebagai bekal untuk menjalani hidup.
Dalam pandangan Islam, ilmu adalah sesuatu yang tergolong suci. Ilmu itu bagaikan cahaya dan pelita di malam yang gelap.
Allah mewajibkan menuntut ilmu bukan hanya tanpa sebab, ada banyak sekali keutamaan dalam Al-Quran dan As-Sunah Nabi Muhammad Shallahu ‘Alaihi Wassalam.
Misalnya, Allah akan mengangat derajat orang yang beriman dan berilmu sebagaimana dalam surah Al-Mujadilah ayat 11 yang berbunyi.
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Artinya: Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Mujadilah: 11)
Dari ayat tersebut tersirat janji Allah untuk mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu, tak hanya di dunia tapi juga di akhirat.
Apalagi sekarang, seiring berkembangnya zaman dan kemajuan teknologi, kalau kita tidak mau menuntut ilmu maka akan tertinggal oleh perkembangan zaman. Oleh karena itu proses belajar tidak berhenti ketika kita studi pendidikan.
Karena itu, seorang Muslim tidaklah cukup hanya dengan menyatakan keislamannya tanpa berusaha untuk memahami hakikat Islam itu sendiri, dan tanpa mengamalkannya. Pernyataan keislamannya itu harus dibuktikan dengan melaksanakan konsekuensi dari Islam. Untuk melaksanakan konsekuensi-konsekuensi dari pengakuan bahwa kita sudah berislam, itu membutuhkan ilmu.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menegaskan di dalam haditsnya:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Artinya: “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” (HR. Ibnu Majah)
Maka, ketika sudah turun perintah Allah yang mewajibkan suatu hal, seperti perintah menuntut lmu, yang harus kita lakukan adalah sami’na wa atha’na, kami dengar dan kami taat. Sesuai dengan firman Allah:
إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Artinya: “Sesungguhnya ucapan orang-orang yang beriman apabila diajak untuk kembali kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul itu memberikan keputusan hukum di antara mereka hanyalah dengan mengatakan, “Kami mendengar dan kami taat”. Dan hanya merekalah orang-orang yang berbahagia.” (QS An-Nuur : 51).
Sebagai gambaran, kita tentu akan meluangkan waktu untuk salat, ketika waktunya sudah tiba, walaupun misalnya kita sedang bekerja dan pekerjaan kita masih banyak. Kita akan tetap berusaha meninggalkan aktivitas itu dan segera mengerjakan salat. Maka begitupun terhadap ilmu, sesibuk apapun kita harus terus menuntut ilmu, menghadiri kajian-kajian, mengikuti majelis-majelis ilmu, membaca buku-buku kegamaan, berdiskusi dan sebagainya, karena setidaknya ada keutamaan didalamnya
- Ia akan dimudahkan menuju surganya Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Artinya: “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim )
- Ia akan dimuliakan para malaikat.
Nabi Muhammad saw bersabda,
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka akan dinaungi rahmat, mereka akan dilingkupi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya. (HR. Muslim)”
- KESIMPULAN
Berkaitan dengan ilmu ada hal hal yang perlu kita fahami Yaitu :
“Ilmu yang kita miliki, hafalan yang kita punya pemahaman yang kita dapatkan atas proses pembelajaran yang kita jalani semua itu bukan semata mata kerja keras yang kita perjuangkan, melainkan semua itu adalah karunia Yang Allah berikan kepada kita” untuk itu patut kiranya kita selalu bersyukur atas karunia dari Allah swt. Tersebut adapun wujud rasa syukur kita itu adalah dengan mengamalkan ilmu ilmu tersebut dalam kehidupan sehari hari kita.
Dalam masa era modern peran orang tua saangat penting dalam mewujudkan ilmu pengetahuan dan iman dalam diri anak karna ilmu pengetahuan tidak hanya di dapat di sekolah tetapi lebih banyak di dapat dalam peranan penting orang tua, guru hanya menjadi peranan ke dua dalam memberikan pemahamaan ilmu pengetahuan dan iman dalam pembelajaran, keberhasilan ilmu pengetahuan dan iman yang di dapat anak dapat dilihat dari akhlak dan budi pekerti yang anak miliki.Disinilah peranan orang tua,guru teman bermain sangat di butuhkan dalam diri anak untuk mencitakan anak yang berilmu pengetahuan dan di dasari iman yang kuat sehingga memiliki akhlak yang Baik.
Penulis : Defi Afrika, S.Pd
Guru Matematika MTs Muhammadiyah Sukarame